NAMRU, Dinas Intelijen Berbulu Riset Kesehatan?
Ternyata semangat nasionalis terlalu dominan dalam menimbang keputusan mengenai kelanjutan berdirinya NAMRU di Indonesia, meninggalkan pertimbangan semngat keilmuan dan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini jelas sekali terlihat dari pernyataan-pernyataan yang terlontar dari bibir si “ibu sehat” (ibu Mentri Kesehatan) Indonesia, Siti Fadilah Supari, yang tegas-tegas menolak keberadaan dan kelajutan kegiatan NAMRU karena disangkakan telah melakukan kegiatan intelijen di daerah kedaulatan RI. Benarkah??
NAMRU-2 (Naval Medical Research Unit-2) sendiri berdiri sejak tahun 1970an dalam melaksanakan penelitian medis serta ilmiah mengenai penyakit tropis di Indonesia dengan tenaga kerja sekitar 90% (150 orang) adalah orang Indonesia sendiri. Lingkup penelitian Namru-2 meliputi malaria, penyakit-penyakit akibat virus seperti demam berdarah, infeksi usus yang mengakibatkan diare, dan penyakit menular lainnya termasuk flu burung.
Namru-2 yang berada di Indonesia merupakan salah satu dari lima laboratorium penelitian penyakit tropis yang berada di luar AS, selebihnya berada di Thailand, Mesir, Kenya, dan Peru.
Mengapa NAMRU-2 dicurigai melakukan kegiatan mata-mata di Indonesia? Tidak lebih hanya karena sentimen nasionalisme kita yang terlalu berlebihan sebenarnya. Apalagi karena si “ibu sehat” kita pernah terkecoh karena kesalahannya (mungkin staff nya?) yang telah mengirimkan 58 jenis virus varian flu burung ke WHO (NAMRU di Hongkong). Yang ternyata tidak kembali lagi ke Indonesia, dan dicurigai telah dijual ke pihak perusahaan pembuat vaksin di negara maju.
Harga virus flu burung asal Indonesia sekitar Rp90 triliun per jenis virus, sementara Indonesia sudah mengirim 58 jenis sampel virus ke WHO. Jika seluruh virus dijual, maka uang yang dikeruk dari penjualan virus milik Indonesia sebesar Rp 5.220 triliun. Sayang yah bu? ![]()
Praktik penjualan virus diungkap Menkes, Siti Fadilah Supari, ”Saya baru tahu setelah kita bolak-balik mengirimkan sample virus ke WHO,” tutur Menkes disela peluncuran buku ”Saatnya Dunia Berubah. Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung” yang ditulisnya sendiri.
Hubungannya dengan NAMRU-2 di Indonesia? You know lah
Sayang sekali kegiatan kemanusiaan sejenis ini harus ditutup hanya karena sentimen nasionalisme yang terlalu sensitif. Yang mengejutkan lagi, adanya keinginan dari si “ibu sehat” dan staff nya yang mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil alih semua properti NAMRU-2 dan menyerahkan pengelolaannya kepada Dinas Kesehatan. Sumpe loe??
Thank you for reading this post. You can now Read Comments (6) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Friday, April 25th, 2008 and is filed under Politik, Sosial, Thought.Pencarian untuk artikel NAMRU, Dinas Intelijen Berbulu Riset Kesehatan? adalah : pengertian namru (23), arti namru (14), artikel namru (11), namru kesehatan (10), NAMRU II (10), namru (6), intelijen kesehatan (6), nasionalisme kesehatan (4), website namru (4), namru departemen kesehatan (4), NAMRU 1 (4), kesehatan namru (4), riset diare (4), kegiatan namru di indonesia (4), RISET KESEHATAN (3), namru web (3), definisi NAMRU II (3), PENGERTIAN namru II (3), dinas kesehatan indonesia (2), namru, kesehatan (2),. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Post Sebelumnya: Shout to the Lord by American Idols »
Post Selanjutnya: Keep an Eye on Your Children »
- Obat untuk Riset Keyword Juduknya ngiseng, sorry yah :) Sudah sejak 2 hari belakangan ini ruwet-ruwetan memulai riset keyword untuk proyek affiliasi memakai teknik
- Laskar Kristus Ber Jihad Pernah dengar Laskar Kristus? Konon kabarnya nama ini dipakai oleh sekelompok militan kristiani untuk melawan kelompok militan Laskar Jihad ketika
- Kisah si Butet :) Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di






April 26th, 2008 17:11
pertimbangan si “ibu sehat” kadang kan tidak sesehat kita. ada aspek2 seperti politik, feed back yang harus ditimbang. Karena Indonesia juga mungkin tidak terlalu sehat untuk tidak menolak udang dibalik bakwan. Walau memang sangat disayangkan.
Konklusi ?
Mari kita merokok…
hueheheheheh….
May 4th, 2008 17:15
Bisa memberikan data yang valid bahwa pemikiran menkes lebih dominan ke nasionalisme daripada aspek lain? Saya tunggu informasinya. Thanks.
May 10th, 2008 14:17
kemarin waktu nonton metro tV namru itu memang keterlaluan kok pak.
bayangkan saja:
1. Biaya NAMRU dan semua jenis kegiatannya menjadi tanggung jawab Depkes RI. nah loh apa gak kebangeten?
2. pajabat NAMRU mempunyai kekebalan politik
3. Berhak mengirimkan dan menguji sample virus tampa izin.
4. Pegawai Indonesia di NAMRU hanya staff biasa saja dan tidak mempunyai hak akses ke dalam.
dan masih banyak lagi.
mohon anda bisa mencari referensi sebelum menuduh yg bukan2.
May 11th, 2008 21:25
MERDEKAAAAAAAAAAAA!!!!
June 18th, 2008 02:49
tukang sapu.. tukang sapu…
kalau data di lapangan beda sama TV bagaimana Pak? saya tukang sapu litbangkes nih.. gerah juga temen tukang sapu di namru di tuduh macem2. padahal datanya tukang sapu litbangkes suka dikirim ke daerah atas biaya namru juga.. he..he..
percaya kok media.. cuman satu lagiii…
dari media aja kok bisa nuduh..
June 26th, 2008 04:31
klo namru bener mah ga bakalan bikin spekulasi / dan perdebatan
masa iya mo masuk aja harus ini harus itu
izin ini izin itu
sedangkan yang mo masuk itu khan mentri
aku aja yang awam ngerasa aneh
yah mungkin ngerasa punya power
jadi seenaknya di negara orang
usir aja lah namru itu