Mau Jadi Preman Medan??
Kisaran tahun 90 an, kota Medan dikenal dengan adanya 2 kelompok premanisme yang berkedok organisasi kepemudaan dan menguasai beberapa sektor publik marjinal penting. Parkiran, tempat-tempat hiburan, stasiun/terminal bus dan beberapa tempat publik strategis lainnya sering dijadikan objek rebutan oleh kedua kelompok ini, dan untuk itu, mereka tak segan-segan melepas nyawa orang lain yang tak berdosa demi ekspansi wilayah kekuasaan mereka. Tindakan vandalisme kedua kelompok ini sebenarnya diketahui oleh pihak yang berwajib, khususnya kepolisian (note: masih era Orde Baru), tapi mereka tidak dapat berbuat banyak menghadapi polah mereka karena kedua kelompok tersebut mempunyai backing kuat di pemerintahan.
Saat ini, keadaan premanisme di Medan tampaknya agak membaik, tapi masih jauh dari yang diharapkan. Setelah isu reformasi tahun 1998 digulir dan merontokkan kaisar negara ini, perlahan beberapa penguasa kecil di Medan juga merasakan dampaknya. Apalagi dengan adanya reformasi di tubuh Angkatan Bersenjata kita, memicu keberanian mereka untuk membasmi kedua kelompok tersebut hingga saat ini yang tampak di Medan hanyalah plakat-plakat tak berpenghuni dari kelompok-kelompok tersebut.
Namun menghilangnya kedua kelompok premanisme yang berkedok organisasi kepemudaan ini memunculkan kekuatan baru yang menjadi “single power.” Mungkin ada yang sudah bisa menebak siapakah yang mendapat “aji mumpung” ini.
Siapa lagi kelompok di masyarakat yang mempunyai “power”, punya akses ke orang penting di pemerintahan, dan bisa fleksibel dalam memanipulasi kekuasaan nya?
Militer! Pergeseran peta kekuasaan premanisme saat ini di Medan membawa militer ke tempat empuk tersebut, Saat ini sudah menjadi rahasia umum di Medan bahwa unit militer bertopeng Brimob menjadi “preman” baru disana.
Memang kekuatan baru ini tidak sebrutal kelompok premanisme yang dulu, mereka main lebih cantik
Dan masyarakat tampaknya lebih adem dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari tanpa ketakutan adanya premanisme di jalanan.
Tapi apakah anda bisa menerima kenyataan bahwa tempat maksiat semacam perjudian, prostitusi, etc,dipegang (baca: dibackingi) oleh militer?
Thank you for reading this post. You can now Read Comment (1) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Monday, March 19th, 2007 and is filed under Politik, Sosial, Thought.Pencarian untuk artikel Mau Jadi Preman Medan?? adalah : preman medan (55), kelompok preman jakarta (13), kelompok preman di Jakarta (10), preman jakarta (10), preman di medan (6), Preman Kota Medan (4), premanisme medan (4), tidak jadi ke medan (3), Kepemudaan kota medan (3), kelompok preman (3), preman di jakarta (3), peta kekuatan preman di jakarta (3), lirik lagu marjinal preman (3), kelompok preman di indonesia (3), daftar preman jakarta (3), peta premanisme di jakarta (2), PREMAN (2), kekuatan premanisme di medan (2), organisasi preman di jakarta (2), peta preman di jakarta (2),. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Post Sebelumnya: Leaving Medan… »
Post Selanjutnya: Matt Cutts SEO Blog Summary »
- Leaving Medan… Tulisan ini dibuat diatas pesawat Adam Air, 1 jam setelah take off dari bandara Polonia menuju Jakarta. Banyak kenangan yang
- Going to Medan… In a few days I will be in Medan, the capital city of North Sumatra province, Indonesia. A nice, cute,
- Kejutan dari Adam Air Kemarin siang menerima telepon dari pihak Adam Air Jakarta sehubungan dengan pembelian tiket Yogyakarta - Medan dengan transit Jakarta. Maksudnya,
- Taufik Kiemas and Surya Paloh Hari ini waktu mau jalan-jalan di kota Medan melewati jalan protokol di kota Medan, terlihat banyak umbul-umbul, spanduk dan poster
- Daftar Kekerasan FPI (Front Pembela Islam) Ini list daftar kekerasan yang telah dilakukan oleh FPI (Front Pembela Islam), paling nggak yang tercatat! Haruskah kita biarkan daftar






December 21st, 2007 04:26
Brimob bukan MILITER bro, tapi unit dari kepolisian tuh…
Jadi sekarang yang kuat MILITER ato POLISI??