Belajar Dari Para Biksu
Saat ini sedang ramai gonjang ganjing politik di Myanmar yang dimotori oleh para biksu yang turun ke jalan dalam aksi pawai antijunta rezim militer yang dianggap telah menindas rakyat disana. Aksi damai dan berani dari para biksu bersama masyarakat akhirnya dijawab dengan kekerasan oleh pihak yang berkuasa dan bisa ditebak bahwa mereka akhirnya menjadi korban bulan-bulanan disana.
Di Philipina juga pernah tercatat aksi massal yang dimotori oleh rohaniawan katolik untuk menjatuhkan rezim Marcos yang berkuasa dan dianggap menindas masyarakat.
Saya tidak ingin membahas mengenai apa dan bagaimana sebenarnya konflik politik di negara2 tersebut, namun ingin sekedar melepas uneg-uneg aja berkenaan dengan ulah para agamawan/rohaniawan di negara kita ini. Tugas utama elite agama adalah mengemban amanat hati nurani umatnya, harus bisa menyadari dan merasakan penderitaan umatnya. Bukan sekedar duduk manis di ruang-ruang ibadat dan mengabaikan bahkan pura-pura tidak tahu terhadap konflik di lingkungannya. Agamawan bukanlah menara gading yang bersikap antirealitas sosial!
Kalo melihat aksi dari para biksu di Myanmar tersebut, mereka turun ke jalan untuk menyapa umatnya bahkan mengorbankan nyawa mereka untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan bagi mereka. Bagi mereka, nilai-nilai kesejatian hidup yang sudah dilecehkan sedemikian rupa sudah tidak bisa diatasi hanya dengan sekedar doa.
Mereka membuka mata dunia bahwa penindasan tidak dapat dibenarkan dimana pun, kapan pun dan oleh siapa pun.
Lalu bagaimana dengan di negara kita?? Yang terjadi di sekitar kita adalah ketika agama terlalu merunut (bukan ‘menurut’) pada semua referensi yang dikeluarkan oleh pemerintah yang berkuasa. Bahkan upaya memasukkan nilai-nilai manusiawi agama kepada kekuasaan hanya mentok pada langkah-langkah tekstual, tidak kontekstual. Dan akibatnya agama cenderung dipolitisasi, dipelintir, ditunggangi dan bahkan diperas menjadi alat kekuasaan untuk mencapai tujuan-tujuan kotornya. Anda menyadarinya??
Wajah agama tidak lagi sebersih sebagaimana ketika wahyu diturunkan menjadi agama dan akhirnya menanggalkan sifat kenabian para agamawan tersebut. Wajah agama telah mirip dengan wajah penguasa, and power tends to corrupt, right?
Dan fenomena lain yang lebih parah adalah, ketika agama (a=tidak, gama=kacau) justru malah yang mempelopori adanya chaos di negara ini, tragis! Dengan dalil-dalilnya dan dogma yang diwahyukan oleh Beliau menjadi dasar bagi para kaum beragama untuk menindas hak-hak manusia lain.
Apakah agama ketika diturunkan oleh Beliau memang tidak sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan? Apakah memang lebih baik untuk tidak beragama saja untuk dapat menjadi lebih “manusia” (baca Gara-gara agama jadi musuhan) ??
Agamawan/rohaniawan sudah seharusnya menyadari fakta sesungguhnya, bukan sekedar membayangkan ilusi surga dalam doa dan bilik-bilik rumah ibadat!!

Thank you for reading this post. You can now Read Comments (2) or Leave A Trackback.
Post Info
This entry was posted on Monday, October 1st, 2007 and is filed under Agama, Politik, Sosial, Thought.Pencarian untuk artikel Belajar Dari Para Biksu adalah : vidioporno indonesia gratis (715), vidioporno indonesia (268), vidioporno (50), vidioporno gratis (24), biksu masuk islam (20), vidioporno video (18), pengertian biksu (12), Biksu porn (9), tugas biksu (7), vidio porno (5), iphone porn hub (4), Biksu mualaf (3), pengertian biksu adalah (3), tugas biksu (3), vidioporno video indonesia (3), muallaf biksu (2), you porn biksu (2), belajar di myanmar (2), porn biksu (2), PORN PHILIPINA (2),. You can Leave A Comment, or A Trackback.
Post Sebelumnya: Full Paypal Feature Support for Indonesia »
Post Selanjutnya: Fatal error: Call to undefined function get_attachment_icon() »
- Kisah si Butet :) Alkisah, Butet si Gadis Cantik dari Batak akan menghadapi ujian semester. Agar bisa konsentrasi, dia memutuskan menyepi ke villanya di
- Kronologis Pencurian Paypal di Account Saya Bermula dari keisengan melakukan transaksi pembelian domain ber PR (Pagerank) kepada salah satu penjual online melalui Paypal pada tanggal 15






October 3rd, 2007 19:39
Hehehehe… bener ini, jadi teringat Jendral besar cina yang kebetulan adalah tokoh agama yang kulupa namanya sempat berbicara begini, “Perang bukanlah jalan terakhir. Pasti ada jalan dimana kita tenang, hingga panji panji kehidupan bisa ditegakkan..”
Lupa aku siapa namanya, But anyway, nice post
June 28th, 2010 13:54
SEO memang sangat perlu, saya sendiri masih belajar SEO. Maklum Msh newbie. terima kasih atas info SEO nya